Melihat para travel blogger seperti Marischka Prudence, Fahmi Anhar, Wira Nurmansyah, Danan Wahyu, Dua Ransel, juga Alm. Cumi Mz Toro yang kerjanya liburan melulu membuat saya mupeng. Waktu itu saya masih berstatus sebagai pekerja kantoran. Tiap hari saya berhadapan dengan komputer dan file-file sementara mereka bisa jalan-jalan ke pantai, gunung, bahkan luar negeri secara cuma-cuma. Enak banget liburan dibayarin! Travel blogger menjadi impian saya saat itu.
Setelah menekuni dunia blogging, saya menyadari travel blogger tidak sekadar jalan-jalan lalu eksis di media sosial. Mereka bekerja dengan target-target tertentu. Untuk menjadi travel blogger yang nge-hitz dengan pageview tinggi dan followers puluhan ribu butuh usaha keras. Ga percaya? Ini nih tips menjadi travel blogger dari Marischka Prudence dalam #ArisanIlmuKEB pekan lalu di fX Sudirman.
[caption id="attachment_1610" align="aligncenter" width="800"]
Di awal acara, Mak Ketu Sumarti Saelan mengucap syukur akhirnya arisan ilmu KEB (Kumpulan Emak2 Blogger) di Jakarta ada kembali setelah vakum sekian purnama. Tema traveling dipilih setelah mendapat usul dari para member KEB. Sebagai narasumber, KEB mengundang Marischka Prudence atau biasa dipanggil Prue. Semoga arisan ilmu bisa diadakan tiap bulan. Amin.
Saat tahu narasumbernya adalah Prue, saya langsung mendaftar. Prue termasuk idola saya di dunia traveler apalagi ia suka diving. Melihat IG feed @marischkaprue ga bakal bosan. Tiap fotonya enak dilihat dan niat banget, salah satunya di bawah ini. Dia bawa floaties gede berbagai bentuk juga float kecil, fin pink, dan monofin ke Pulo Cinta! Meski floaties bisa dikempeskan, sebelum pemotretan perlu dipompa dulu, kan. Katanya floaties ini memenuhi setengah koper sendiri. Demi property dan menghasilkan foto yang indah serta beda memang harus niat!
[caption id="attachment_1604" align="aligncenter" width="594"]
Siapa Saja Bisa Menjadi Travel Blogger
Secara ringkas travel blogger berarti orang yang menuliskan catatan, jurnal, atau laporan perjalanan di blog untuk berbagi informasi atau opini suatu tempat. Siapa saja bisa menjadi travel blogger. Blognya bisa fokus membahas traveling atau kombinasi dengan topik lain seperti food, parenting, atau lifestyle.
Penulisan artikel di blog melalui 4 proses berikut ini:
- Planning: sebelum traveling, penulis membuat rencana tujuan wisata serta hal yang dilakukan di sana.
- Hunting: Selama traveling, penulis mencari dan menggali data sebagai bahan tulisan. Jangan lupa untuk banyak memotret sebagai bahan pendukung tulisan. Foto juga sebagai pengingat kejadian unik dan berkesan di suatu tempat. Buat kangen-kangenan gitu deh…
Untuk mendapatkan 1 foto yang bagus, Prue bisa memotret 10x. Kadang harus kembali ke suatu tempat di waktu yang berbeda supaya mendapat foto dengan feel yang beda, apalagi jika tempatnya ramai pengunjung sehingga sulit mencari spot foto yang menarik.
- Writing: Saat menulis artikel, tentukan fokus cerita. Bagi menjadi tema spesifik dan beri penekanan pada sudut pandang atas tema. Misal membahas mengenai kuliner Jakarta seperti kerak telor. Tema ini bisa dikembangkan dengan menceritakan sejarah kerak telor, cara pembuatan, masukkan unsur budaya Betawi, juga bandingkan dengan kuliner serupa di daerah lain.
- Editing: Self-editing dilakukan penulis dengan membaca dan memperbaiki tulisan berulang kali sebelum akhirnya menayangkan artikelnya.
[caption id="attachment_1612" align="aligncenter" width="800"]Satu tempat wisata dikembangkan menjadi banyak cerita[/caption]
Bangun dan Rawat Blog Seperti Perusahaan Sendiri
Memiliki blog itu seperti memiliki perusahaan atau toko sendiri. Saat mulai berdiri, pikirkan toko ini akan diisi dengan apa. Apakah cerita seputar traveling, kuliner, dll. Bisa juga lebih spesifik seperti wisata di negara atau provinsi tertentu. Hal ini juga akan menentukan nama blog, seperti pergidulu.com milik pasangan traveler Susan dan Adam. Setiap hendak pergi liburan, mereka berkata, “Pergi dulu, ya.” yang menjadi inspirasi penamaan blog.
Toko juga perlu didesain. Mau tampak clean dengan background putih atau warna lain. Terserah saja selama nyaman dibaca dan membuat betah pengunjung.
Dan yang terakhir, sebagai toko juga perlu promosi. Cara paling mudah (dan murah) dengan berbagi tulisan melalui media sosial. Manfaatkan Facebook, Instagram, Twitter, Path, dll. Prue awalnya aktif di twitter tapi kini lebih sering memakai instagram.
Blog sebagai media personal branding maka harus dirawat dengan baik. Perhatikan etika menulis karena apa yang ditulis di sana mencerminkan diri si penulis. Saat kesal atau kecewa dengan suatu tempat wisata, sebaiknya menahan diri. Jangan langsung menumpahkan kekesalan di blog karena dapat menjadi bumerang diri. Tunggu hingga emosi mereda dan bisa berpikir dengan lebih jernih.
Tidah Harus Mengikuti Kaidah 5W + 1H
Membangun alur cerita dalam suatu tulisan tidak harus memenuhi 5W dan 1H alias what, who, where, when, why, dan how. Penulis bisa fokus memilih ingin berbagi mengenai hal tertentu atau hal yang paling berkesan dari suatu perjalanan. Misalkan di Dufan ngobrol dengan petugas yang bekerja di sana. Profil orang tersebut dapat dituliskan menjadi satu artikel sendiri.
Penulisannya pun tidak perlu runut A-B-C. Prue mencontohkan pada tulisannya mengenai pengalaman bungee jumping. Paragraf awal menceritakan perasaannya yang tak karuan saat berdiri di ujung papan sebelum melompat. Pembaca akan terbawa emosi seperti berada dalam posisi Prue dan tertarik membaca lebih lanjut.
Di samping itu, gaya penulisan artikel di blog cenderung lebih santai dan tidak baku. Lihat saja blog cumilebay.com yang berwarna-warni dengan banyak hashtag. Setiap artikel selalu banjir ratusan komentar. #RIPCumilebay
Sama Tempat, Beda Orang, Beda Rasa
“Apa yang kamu pikirkan saat melihat foto ini?”, tanya Prue sambil menampilkan foto pemandangan gunung yang dikelilingi awan. Beberapa emak menjawab dengan penjelasan berbeda-beda. Dari situ disimpulkan bahwa beberapa orang melihat satu foto yang sama namun merasakan hal berbeda.
Rasa, unsur ini yang membedakan satu orang dengan orang lain maka masukkan unsur rasa pada tulisan. Banyak orang berkunjung ke satu destinasi yang sama tetapi pengalaman tiap orang akan berbeda.
[caption id="attachment_1611" align="aligncenter" width="800"]
Contohnya pakai pengalaman saya sendiri aja ya, hehe. Desember 2012 saya menghabiskan pergantian tahun di sebuah pulau kecil di Togean, Sulawesi Tengah. Malam itu saya dan teman-teman diajak bergabung bersama penduduk lokal merayakan tahun baru dengan menari dero (tarian tradisional Poso) dan pesta kembang api yang sangat meriah. Sungguh menjadi pengalaman tahun baru yang tak terlupakan padahal kami di pulau kecil yang listrik saja hanya ada di malam hari. Baca ceritanya di “A Year in Heaven Called Togean”.
Selain rasa, gaya menulis tiap orang berbeda-beda. Pemilik blog marischka-prudence.com ini menyarankan untuk menulis pengalaman traveling sesuai personality dan style masing-masing. Munculkan keunikan, jangan ragu untuk menulis, dan berbagi tulisan. Jangan khawatir takut sepi pembaca karena ada saja segmen pembaca yang cocok. Supaya banyak yang tahu, share juga ke media sosial.
Bagaimana bila berkali-kali ke tempat yang sama? Apakah hanya menulis 1 kali saja atau tiap belibur selalu menulis artikel baru?
Berkunjung ke satu tempat wisata bisa menghasilkan banyak cerita. Bahkan berulang kali ke tempat yang sama bisa mendapatkan cerita berbeda. Ada yang tentang itinerary, hal yang bisa dilakukan di tempat wisata tersebut, profil orang yang ditemui di sana, sejarah mendalam tempat tersebut, dan lain sebagainya.
[caption id="attachment_1614" align="aligncenter" width="800"]
Mendengar penjabaran wanita kelahiran Bandung ini, saya menyadari travel blog Myfoottrip banyak kekurangan. Saya ingin menulis kembali pengalaman traveling dengan lebih fokus dan membagi cerita liburan ke dalam beberapa artikel. Selama ini tulisan di Myfoottrip kebanyakan terpaku pada itinerary dan things to do (efek saya suka banget menyusun rencana perjalanan dengan detail). Skill menulis perlu terus diasah supaya tulisan makin menarik dan bermanfaat untuk pembaca (semoga ada yang mampir ke Myfoottrip).
By the way, penjelasan Prue tidak hanya sampai di situ. Topik berikutnya yang membuat semangat nge-blog makin membara yaitu cara travel blogger mendapatkan penghasilan. Hmm, berapa sih gaji seorang travel blogger? Baca di Dibayar untuk Liburan, Siapa yang Tak Ingin Jadi Travel Blogger? (Bagian 2)
[…] juri lomba, dsb. Meski dibayar, tetap tunjukkan karakter dalam tulisan tersebut. Ingat tips di Dibayar untuk Liburan, Siapa yang Tak Ingin Jadi Travel Blogger? (Bagian 1) untuk menulis dengan style masing-masing, unik, serta […]
ReplyDeleteMakasih sharing ilmunya, Mak. Memang bikin mupeng ya jadi travel blogger itu :D
ReplyDeleteSuka banget lihat foto2 Prue, nggak bikin bosen. Sementara aku suka nggak sabar. Efek sambil momong anak-anak.
ReplyDeleteMakasih sharingnya ya.
Ketika kita melakukan sesuatu yang berawal dari hobi kemudian bisa menghasilkan, jadi keren ya. Apalagi dulu nggak ada yang ngeh dengan profesi travel blogger :)
ReplyDeleteTerima kasih sudah berbagi mba
Ayoo mba kapan kita liburan bareng.. Hhee
ReplyDeleteAku jg pengen bgt jdi travel blogger, kayaknya keren banget predikatnya
di balik kemupengan itu ada kerja keras yang harus dilakukan. Semangat!!!
ReplyDeleteajak anak foto itu paling susah. Kita udah siap bergaya, si anak tiba-tiba nangis. Challenging ya, hehehe
ReplyDeletedari hobi jadi profesi itu sesuai quote "do what you love". Tiap hari ga merasa kerja.
ReplyDeletekita ke Monas dulu aja deh. Aku belum pernah naik ke menaranya.
ReplyDeletenice share nih :D kalo menurut saya sih intinya jangan pikirkan komersil nya dulu. heheh. itu yang perlu. soalnya kita bakal hilang fokus. cukup tulis dan rintis dari awal perlahan2. seiring berjalannya waktu dan kerja keras saya rasa bisa jadi kayak mereka2 juga ya
ReplyDeletesaya setuju. Lagipula Prue juga memulai pelan2 kok dari yg blog isi curhatan hingga akhirnya ia fokus jadi travel blogger. Dia menikmati prosesnya hingga bisa seperti sekarang :)
ReplyDeletebahkan sampai Prue setenar ini pun dia tetap mengingatkan untuk terus menulis supaya happy, bukan supaya dapat banyak duit.
ReplyDeleteKalau mikir duit duluan yang ada beban dan ga happy saat ngeblog
aku mupeng sama trinity + prue juga, yeah jadi travel blogger itu kudu usaha keras
ReplyDeleteMau banget blogger trip
ReplyDeleteSeneng bgt yak kalau bisa travelling dan dibayar. Paling suka banyak tulisan Cumilebay hiks sayang sekarang tak bisa lagi membaca tulisan travelling terbarunya.
ReplyDeleteAlhamdulillah bisa nemu blog teh Helen (Eh bener ga sih ? muehe)
ReplyDeleteAda secercah ilmu yang aku dapet disini,
aku jadi semangat ngeblog lagi.
Aku kira postingan ini bener-bener membahas tentang duit. tapi masih ada lanjutanya ya.
yowes aku ke part II dulu wk
Aku ngefans sama teteh Prue banget! Waktu itu sempat ke acara travel blogger yang diadain di Bandung dan yang ngisi acara teteh Prue. Orangnya humble, nggak pelit ilmu, bermanfaat. Beliau salah satu yang menginspirasi aku buat jadi travel blogger. Makasih sharingnya ya, Mba :D
ReplyDeletetravel blogger ..emang enak dilihat..bikin mupeng.. tapi ada perjuangan dan pengorbanan yg org gak tahu..
ReplyDeletekita mah liat enaknya aj...hi2
Komplit ulasannya..noted mba Helena..saya juga mau jadi travel blogger..
ReplyDeletedibalik itu memang ada usaha yang harus dilakukan dengan konsisten
ReplyDeleteasik ya mpo, jalan-jalan. Bisa dimulai dengan mengulas yang dekat dengan kita.
ReplyDeleteiya nih sedih dengar kabar duka tentang Om Cumi. Blogger yang humble dan ga pelit ilmu.
ReplyDeleteHelen aja supaya awet muda, hohoho...
ReplyDeletePoin penting yang aku dapat dari Prue, ngeblog itu nulis dulu aja. Jangan mikirin duit melulu.
Benerrrr, dia sebelum acara malah samperin emak-emak trus ajak ngobrol duluan. Baik banget kan.
ReplyDeleteiya butuh kerja keras supaya jadi travel blogger sukses. Semangat!
ReplyDeleteasik... ajakin anak-anak main ke taman trus diulas di blog pun udah bisa ya. Semangat jalan-jalan :D
ReplyDeleteSaya pingin banget sekali-sekali ada orang yang membayar saya untuk pergi ke suatu tempat untuk dijadikan sebuah konten.
ReplyDeleteSaya berharap ditahun 2017 dapat job sbg travel blogger hehehe..
Keren ya hasil karyanya kak Prue.. Fotonya kece semua..
ReplyDeleteAkhirnya dapat ilmunya dari sini. Padahal kemarin dapat kesempatan hadir, malah tidak bisa hadir karena ujannya dueres banget nggak berhenti2. Thanks infonya :)
ReplyDeleteThank you tipsnya mbak. ilmunya jadi bahan masukan buat saya yang suka bingung nulis artikel tentang perjalanan liburan hehehe
ReplyDeleteWow ilmunya
ReplyDelete10kali buat satu foto
Waah detail n lengkap nih reportasenya...
ReplyDeleteJd pingin klik yg bagian 2 hahaha
mau pake banget dibayar untuk liburan aku mbak ...
ReplyDeletelah yg ada saat ini aku liburan sambil kerja hahahha (sedih kalo diceritain) ..
ternyata untuk menjadi travel blogger itu gak segampang yg di bayangkan ya, banyak yang harus dilakukan . 1 tempat wisata bener2 harus di korek/diulas sampai detail banget kali ya mbak..
jd pengen traveling lagi biar bisa sering2 nulis tentang traveling .
Ya travel blogger makin ngehit setelah awal tahun ini ada iklan yg ngaku travel blogger hehehe...
ReplyDeletepengen banget ikut arisan bareng kak prue iniii T^T
ReplyDeletemupeeng hiksss
btw thankyoouu tips2nya maak :D
Begitu rupanya memang harus totalitas ya mbak! Terima kasih infonya. Semoga blog aku bisa lebih baik lagi setelah mendapatkan ilmunya dari tulisan ini. Silahkan mampir ke rumah ku www dot yellsaints dot com
ReplyDeleteAlhamdulillah, jadi bisa ikut belajar ilmu dari Mba Prue lewat tulisan ini. Kalau saya malah nggak punya catatan traveling dengan konsep itinerary. Lebih ke cerita perjalanannya :D
ReplyDeletePengalaman dan hasil traveler blogger memang bikin mupeng, saya juga pengen seperti mereka. Sayang kesempatan belum ada
ReplyDeletetravel blogger butuh modal banget sih ya karna kan emg harus jalan-jalan buat materinya. tapi aku salut sama para travel blogger apalagi yg masih merintis.
ReplyDeleteelisabethgultom dot blogspot dot co dot id
Emang enak jadi Prue yach....bisa jln ke mana pun dan kapan pun dia suka plus dibayar hhhmmm.....keren tulisannya nih mbak Helena :)
ReplyDeleteAmin... keep writing and sharing. Do the good work and money will follow, itu kata pepatah.
ReplyDeleteEntah itu hasil jepret berapa kali akhirnya dapat 1 foto yang kece badai
ReplyDeleteIya hari itu hujan turun dengan awetnya. Alhamdulillah begitu hujan reda, kami langsung tancap gas ke fX.
ReplyDeleteSebenarnya ga harus liburan yang jauh kemana gitu. Bisa aja bahas yang dekat dengan tempat tinggal kita. Entah taman dekat rumah, kuliner yang ngehits, dkk.
ReplyDeleteBiasanya pertama foto gayanya masih kaku. Setelah 10 jepretan jadi lebih luwes. Pantesan fotonya Prue hasilnya keren-keren.
ReplyDeletehaduuuh Mba Ophi, langsung deh baca bagian 2 trus ajakin aku. Hehehe
ReplyDeletelumayan lah mba kerjanya mobile sambil dikit-dikit liburan. At least review hotel, heheh.
ReplyDeleteNext time minta extend supaya lebih lama di lokasi tujuan
Oia yang itu. Profesi travel blogger udah dilirik nih
ReplyDeleteSementara nyimak di sini dulu ya. Semoga saat Prue ke kotamu, kalian bisa ketemuan
ReplyDeleteIyaaa, dalam melakukan pekerjaan emang harus total. Okee saya mampir yaa
ReplyDeleteSaya sering nulis tentang itinerary karena banyak yang nanya, kalau punya waktu cuma 3 hari bisanya kemana aja? Jadilah tulisan itinerary yang detail. *kemudian buka jasa tour and travel
ReplyDeleteKeep writing, sharing, and inspiring ya :)
ReplyDeleteTips-nya Prue oke banget buat dicoba. There's always a way
Supaya ga terbebani dengan modal, kita happy aja dengan liburan. Kan ceritanya mengulas jalan-jalan. Traveling juga ga harus ke tempat jauh atau biaya besar, yang dekat-dekat saja menyesuaikan budget.
ReplyDeleteTau ga sih mba, mungkin efek dia kebanyakan jalan-jalan, Prue itu liburannya berupa tidur. Hehehe...
ReplyDeleteJadi blogger apa pun mesti punya effort tinggi ya, Mak.
ReplyDeletekalau emang niat monetizing ya seperti bekerja pada umumnya yang butuh effort
ReplyDeleteterima kasih tipsnya mbakkk
ReplyDeleteini yang sangat saya inginkan
menjadi seorang blogger handal
tapi mau gi mana saya dk bisa buat cerita
heeee
jadi travel blogger memang sesuatu yang sangat menantang
izin share ya min
buat bagi2 Ilmu
he