Showing posts with label melaka. Show all posts
Showing posts with label melaka. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

MAYDAY project day 8: Malaysia (Melaka - LCCT) :')



19 Mei 2012

01.00
Sampai hotel. Super capek dan ngantuk. Begini nih orang udik kalo di kasur empuk, malah ga bisa tidur. Mumpung ada WiFi, main dulu lah.

05.30
Bangun, dipamiti mbak Nurul yang mau berangkat ke Sin. Mata sepet tapi ga bisa tidur lagi. Download aja lah, inetnya kenceng nih. Beberes trus mandi.









Narsis Terselubung - do u know?










Muzium Maritim










Meet the astronaut

09.00
Check out. Otw Cyberjaya dengan duo maut, Mas sars dan Mas arik. Makan roti telur dan minum teh tarik. Roti telur itu roti cane yang di dalamnya ada telur ceplok, enak! Rekomendasi dari Mas sars.

10.30
Ke Melaka (lagi), naik Satria of Sars. Kali ini ke sisi lain, masuk Muzium Maritim RM 6, bentuknya kapal dan ada muzium yang isinya meteor. Padahal terakhir ke Melaka udah gempor keliling, Ternyata aku belum ke bagian yang ini. Foto foto a la boyband dan prewed :p mereka ini kocak banget. Dekat Muzium ada pasar pusat oleh oleh. Makan di situ, nasi warteg dan es teh. Cari oleh oleh, ada jajan kayak dodol/lempok RM 10, tas RM 20, kaos RM 13. Aku beli kaos aja, itupun duitnya ga cukup. Syukurlah ada bala bantuan, Thank Mas!









Surat Tilang buat Satria

Ke Melaka Sentral jemput temannya Mas sars trus kita balik ke tempat tadi. Dapat hadiah dari polisi diraja, kena tilang karena salah parkir! RM 30. Hoho,,sederetan mobil ini juga kena tilang deh, ada yang RM 60 malah. Bayarnya di MDMB yang letaknya tersembunyi di ujung dunia, fiuwh. Naik Melaka River Cruise dulu RM 15, 45 menit muterin Melaka naik boat. Sudah sore dan aku harus balik malam ini jadi kami otw ke LCCT. Sebelumnya bayar denda dulu. karena bayar di hari yang sama cuma kena RM 10. Sistem denda yang lucu, peace!

LCCT nun jauh di sana, Satria ngebuuuut tapi ga berasa kencangnya. Mungkin karena mobilnya kecil. Di tol ada kamera buat memantau batas kecepatan. Kalo ada yang melebihi batas 110 km/jam akan difoto dan besoknya melayanglah surat tilang ke rumah pemilik mobil. Keren! Oh ya di sini motor boleh masuk tol karena jarang sih orang yang pake motor, beda dengan Indo. Motor di sini juga jadul dan plat nomor depannya ditempel kayak stiker di depan motor.









Ngidam Wafel!

20.00
Eh kok udah sampe LCCT? Ga rela berpisah dengan Satria yang jagoan ini. See you Mas Mas keren dan super baik..




Bagian keberangkatan antarbangsa ga terlalu ketat. Taruh bagasi di kaunter, print ulang boarding pass (punya ku udah kucel). Keluar menuju imigrasi dan..teringat botol minumku masih ada di tas yang masuk bagasi! Aku taruh di samping pula, waduh bakal jatuh nih, mana itu persediaan air satu satunya. Balik ke kaunter tadi, ga boleh ambil bagasi, disuruh beli air minum aja. Duit saya cuma RM 2.30 Bang.. Melangkah gontai. Mengapa saya ceroboh sampai akhir??? Stempel imigrasi, ke waiting room. Sepanjang jalan aku lihatin toko toko yang jual minuman, berapa ya harganya? Apa ada yang mampu ku beli? Air mineral kecil RM 2.50 oh duit ku kurang dikit, apa bisa nawar ya? Nanya ke tempat lain malah RM 3.50 lupakan saja. Ada kran air macem di Sin kah? Ga ada. Eh lihat standing banner di pojok, air mineral RM 1.50 mau nangis rasanya. Aku bayar pake recehan..senang banget! Alhamdulillah ya Allah, saya ga haus! Duduk manis, makan cokelat yang dibawa dari rumah dan baru sempat makan sekarang, minum air penyelamat, sambil nunggu boarding time di T10.

21.20
Ada panggilan buat masuk pesawat. Btw cek boarding pass dan paspor berlapis lapis sampai 3x, jadi ribet. Meski seperempat jiwaku mau stay di sini, I have to go back to Indonesia. I promise, I will be here again. Masih banyak tempat yang belum dikunjungi, Langkawi, Penang, Taman Nasional, dll.
Masuk pesawat, ngantuk, udah ketiduran saat pramugari jelaskan prosedur keamanan. Terbangun saat dibagikan form imigrasi, nanti saja isinya, pulpen ada di cabin. Cek jam, udah 30 menit nih kok pesawat belum berangkat sih? Lama banget, nanti molor sampe Surabaya deh. Liat ke luar jendela, mikir mikir, ternyata pesawatnya udah terbang dari tadi --" tidur ku nyenyak sampai ga berasa waktu take off, hahaha.

23.45
Landing, hello again Indonesia! Cek imigrasi, ambil bagasi, isi form yang tadi, keluar deh. Pas bareng rombongan wisata jadi petugas bandaranya ga terlalu aware. Ibuku tersayang sudah menunggu, pulang deh sama ibu dan kakak.



What a wonderful world...


=repost dari blog lama, helenamantra.com=

MAYDAY project day 3: Malaysia

14 Mei 2012

Twin Tower Petronas
04.30
Very early in the morning, oh crap! Kenapa sudah sampai KL di saat masjid dan stasiun masih tutup. Harus nunggu 6am buat LRT. Stay di KFC dulu lah, beli teh tarik dan early breakfast yang paling murah RM 4.30. Itulah mengapa ada resto yang buka 24 jam buat memfasilitasi kami yang homeless ini. Banyaaak yang tidur di KFC atau warung india depan Pudu Sentral, KL.
 
05.45
Jalan ke Masjid Jamek, solat subuh, numpang rebahan sekalian mandi kalo sempat.
 
07.00
Pagar masjid mau ditutup, diusirlah aku dan para musafir ini. Oh no! Belum mandi..gagal! Kenapa masjid ga 24 jam sih kayak di Indo? Fastfood dan 711 aja buka 24 jam.
 
07.05
Luntang lantung di stesen masjid jamek. Ke toilet, cuci muka, sikat gigi, guyur wangi-wangi, bodo teuing dilihatin orang-orang yang lagi antri toilet. Pagi ini ke KLCC deh, LRT masjid jamek - KLCC RM 1.60. Coba naik sampai ujung stesen trus pretending jadi yang nyetir kereta, berasa film 3D.
 
08.00
Foto foto di Petronas twin tower. Ngene tok ae loh tapi promo icon yang hebat. Gantian foto sama cowo dari China yang baru lulus kuliah di singapore. Disempritin security karena naik tembok demi dapat foto yang full body! Jarang jarang kan om...
 
09.30
Makan burger KFC di dekat halte KLCC. Cheese egg bun enak, mungkin karena lapar juga ya. Minumnya soya milk yang beli di thai. Super kenyang! Awalnya mau ke petrosains di  dalam mall suria klcc tapi hitung ongkos mending buat oleh oleh aja deh.
 
10.00
Lanjut KLCC - KL sentral RM 1.60 naik LRT
KL sentral - Bandar Tasik Selatan RM 1  naik komuter jadul yang tetap bersih. Ruang tunggunya aja yang suram.
 
11.30
Bandar Tasik Selatan ke Terminal Bersepadu Selatan di seberangnya. TBS ini tempat kalo mau naik bus ke arah selatan Malaysia. Tepatnya gede dan bersiiih. Ada layar yang berisi tujuan dan jam keberangkatan, jadi penumpang bisa pilih yang pas. Beli tiketnya di loket yang melayani penjualan semua bus, bukan per armada bus. Setelah dapat tiket, penumpang ke waiting room di lantai 2, banyak kursi dan bersih. Mantablah terminal ini.
 
12.35
Naik Mayangsari (bukan artis) ke Melaka Sentral RM 10. Seatnya isi 27, lumayan lega.

Suasana UNESCO Heritage: Melaka
14.30
Sampai Melaka Sentral. Di sini terminal bus antar kota maupun dalam kota. Solat, rapikan tas, titip di penitipan bag RM 3 yang buka 9am till 9pm. Jadi ketergantungan dengan penitipan bag nih, supaya pundak ga tersiksa si 7kg dan jalan jalan bisa lebih bebas.

Trishaw di Melaka
Pernikahan a la Melaka
15.00
Ada peta jurusan bus dalam kota tapi ga tau tujuan mau ke mana. Kenalan sama turis dari Thai berdua yang bisa english. Dibantu oleh orang lokal, naik bus nomor 17 aja bayar RM 1. Busnya seperti bus dalam kota di Jakarta, sudah usang, seperti bus 67 Senen - Blok M. Sopirnya sudah tahu tampang turis macem kita diturunin di UNESCO heritage Melaka kota tua dekat Dataran Merdeka. Banyak spot foto di sana, ada peta jalur tempat tempat yang perlu dikunjungi. Kalo mau simpel bisa naik trishaw alias becak yang udah dihias kembang kembang, perjam RM 40, keliling dan masuk musium juga. Turis Thai naik itu, aku jalan kaki aja deh..banyak waktu di sini. Ada pak becak di sana yang jago marketing. Dia langsung tahu kalo temanku itu dari Thai. Karena ga bisa bahasa Thai, dia keluarin buku yang udah ada tulisan bahasa Thai dan bahasa-bahasa lainnya (english, mandarin, japanese, etc) yang isinya buat menjelaskan keistimewaan keliling kota naik trishaw. Jagoooo! Pak becak udah kerja puluhan tahun jadi dia udah ngerti turis-turis.
Menara Taming Sari
Buku Bahasa Si Abang Becak

Di Melaka ada Christ church, victoria's fountain, St Paul church, menara tamingsari, musium macem macem yang letaknya berdekatan bayar RM 5 buat 5 musium. Hampir tutup tapi aku coba aja masuk musium itu. Horor! Sepi..sendirian keliling musium yang penuh boneka peraga, hiii.. Ga sampe 5 musium aku keluar aja deh. Jalan ke Jongker Walk daerah chinatown yang penuh toko barang antik dan batik, lihat lihat aja. Kebanyakan toko sudah tutup karena sudah sore sekitar 6pm. Balik ke pinggir sungai Melaka, beli cendol mix alias es dawet RM 2. Di sekitar situ ada yang jual souvenir seperti topi, kaos, gantungan kunci, tempelan kulkas dengan harga yang sulit ditawar. Kayaknya udah kompakan nih mereka dengan fix price segitu.

St Paul statue
18.50
Naik bus 17 lagi..balik ke Melaka sentral RM 1.50. Nunggunya di depan mall dataran merdeka. Karena jalannya cuma 1 arah, jadi naik bus ini sampe ke Ujong Pasir (tujuan akhir) trus puter balik ke Melaka sentral. Ujong Pasir ini letaknya beneran di ujung! Masuk ke perumahan penduduk yang jalannya sempit dengan bus segede itu trus dia puter balik deh, gileeee. Oh ya waktu nanya tempat nunggu bus, ketemu TKI devisa negara. Bertiga dari Jawa semua, senang deh melihat mereka dalam keadaan baik.
 
19.30
Sampai Melaka sentral, ambil tas, cari bus ke Johor Bahru dengan harapan Ada bus tengah malam ke JB trus lanjut bus ke Singapore. Teng tong..ga ada jadwal yang match. Ke JB paling malam 8pm, artinya bakal tidur di terminal JB sambil nunggu bus ke Sin paginya atau bermalam entah di mana di Sin. Ga jadi deh, balik KL aja trus berangkat dari sana ke JB. Naik Metrobus RM 9.20 ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Sepi..bisa selonjoran di bus.
 
22.00
TBS deui..beli tiket ke Sin RM 39 dengan duit mepettt. Ceroboh!! Ga recheck waktu petugasnya confirm tiket, yang dibeli malah bus pukul 22.10 insted of 23.59 dan baru nyadar pas pukul 23.00 setelah solat dan charge HP. Whaaaaa am in the middle of nowhere, duit cekak, dan ketinggalan bus :((
Melangkah gontai ke kaunter tiket, coba komplain, ga bisa, beli lagi deh kali ini ke JB aja karena ringgitnya tinggal dikit. Bus Five Stars TBS-JB RM 31. Galau..keluar toilet ada orang yang heboh mau pinjam duit karena urgent. Hooo,saya melancong, kurang ringgit, dan entah siapa ini mau pinjam uang, lha gimana bayarnya.. RM 78 ringgit pula. Maaf, Bu.
Menghilangkan kegalauan dengan beli potato chips RM 1.80, makan sambil nunggu bus.
 
23.55
Naik bus Five Stars,  ga dapat selimut, dinginnya emaaaak. Btw kagum dengan supir bus malam ini, nyetir sendiri, santai, ga pake kondektur, ga merokok, ga pake dengerin musik dangdut pantura..
Berusaha tidur dengan nyenyak di tengah kegalauan, besok pagi ketemu singapore!

Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit

Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit Bulan September ini masa berlaku SIM A & C saya habis. Itu artin...