Saat blogwalking dan menemukan artikel yang bermanfaat, maunya memberi komentar. Eh, sebelum komentar muncul harus memilih gambar untuk membuktikan “I’m not a robot”. Kali ini disuruh memilih gambar kaktus. Saya jadi cekikikan sendiri saat nge-klik tiga gambar kaktus yang mengingatkan kejadian konyol beberapa tahun lalu.
Di suatu pagi yang cerah saya dan teman-teman mengendarai motor ke Bukit Teletubbies. Kami menyebutnya demikian karena bentuknya mirip bukit di film anak Teletubbies. Di sana sudah ada teman-teman komunitas Maleo Paralayang yang sedang berlatih. Bukit ini tidaklah terlalu tinggi dan sekitarnya tidak banyak pepohonan sehingga cocok untuk siswa berlatih paralayang.
Seorang teman menyodorkan walkie-talkie dan berkata bahwa pelatih ingin berbicara dengan saya. Pak pelatih berbicara dari atas bukit sedangkan saya di tempat landing. Beliau menantang saya untuk take-off dari atas Bukit Teletubbies. Ritme jantung saya jadi tak karuan. Selama ini hanya jadi tim hore-hore bila ada tamu yang hendak mencoba paralayang. Pengalaman terbang pertama tandem dengan pilot sudah setahun yang lalu di Wayu, Sulteng. Memang sih kemarin sempat diajari cara mengenali tali parasut A-B-C-D, membuka parasut, mengendalikan parasut, dan mendarat yang benar. Tapi…tiba-tiba ditantang terbang solo? Baiklah saya coba!