Chrystoulette menjadi tamu paling nyentrik yang pernah saya terima. Sudah dua tahun ini dia hidup nomaden berkeliling dunia sendiri. Sebagai seorang cewek, dia tergolong berani. Pertama kali bertemu dengannya, saya takjub. Badannya tinggi besar, berkulit gelap, dan rambutnya setengah dicukur (susah dijelaskan dengan kata-kata). Chrys memiliki darah Eropa-Afrika dari orang tuanya. Sekilas tubuhnya memang sangar namun dia sangat ramah saat menceritakan asal-usulnya.
Tuesday, September 16, 2014
Tamu Foottrip: Chrystoulette
Sunday, November 10, 2013
Berkebun Di Laut
Berkebun yang ini unik, tidak di darat tapi di laut. Tidak menanam tumbuhan tetapi hewan (campur tumbuhan, coz karang itu simbiosis keduanya). Yuk ikut berkebun dengan transplantasi karang di Pantai Tanjung Karang, Donggala.
Mei 2013 lalu komunitas snorkeling dan free diving White Dolphin mengadakan transplantasi karang.
Baca: Save Tanjung Karang by White Dolphin
[caption id="" align="aligncenter" width="338"]
[caption id="" align="aligncenter" width="339"]
Setelah 5 bulan, karang dan medianya berupa semen diletakkan di dasar laut. Mejanya digunakan untuk transplantasi tahap 2 yang dilakukan minggu lalu. Ini langkah-langkahnya:
Meja dari dasar laut diangkat ke darat. Siapkan media tanam yaitu semen yang telah dicetak dengan pipa paralon. Ikat semen ke meja dengan kawat atau cable ties.
Ambil karang yang nantinya digunakan sebagai bibit karang. Bawa ember sambil snorkeling bagaikan belanja di dalam air, hehe
[caption id="" align="aligncenter" width="321"]
Karang kecil diikat ke pipa dan bagian bawah karang harus menempel di semen. Kalau di pasir, karang ga bisa hidup. Karang ini makhluk laut jadi ga bisa terlalu lama di darat, maksimal 2 jam kemudian mati. Jadi, ikat dengan cepat atau ikat di dalam air. Selain itu beri jarak antar karang supaya kalau tumbuh berkembang ada ruang yang cukup.
[caption id="" align="aligncenter" width="329"]
Nah, sudah siap! meja isi 36 bibit karang diturunkan ke laut dengan bantuan tali. Tumbuh subur yaa supaya ekosistem laut terjaga dan ikan-ikan punya tempat bermain.
Yuk lestarikan terumbu karang, paling simple dengan tidak menginjak karang saat berenang atau bermain air di pantai/laut karena karang itu rapuh dan mudah mati namun tumbuhnya butuh ribuan tahun.
Bisa juga support program White Dolphin dengan mengadopsi karang. Program ini sementara masih dilakukan di Pantai Tanjung Karang, Donggala, Sulawesi Tengah. Namun dimanapun berada, kalian bisa dukung program ini jadi papa mama karang untuk transplantasi karang. Let's save coral!
[caption id="" align="aligncenter" width="365"]
Update 2017: Beberapa teknik transplantasi karang yang kami lakukan kurang tepat, antara lain terlalu besar memotong karang dan memasang karang pada pipa di atas air (harusnya di dalam air). Mohon maaf ya karang-karang cantik di Tanjung Karang. Semoga makin lestari.
Sunday, May 19, 2013
Save Tanjung Karang by White Dolphin
Coral adoption program is the 1st event of White Dolphin in Tanjung Karang beach, Donggala, Central Sulawesi, Indonesia on May 19th, 2013.
Here is my twitter series about this event (in bahasa):
Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit
Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit Bulan September ini masa berlaku SIM A & C saya habis. Itu artin...
-
Review playground Buumi Playscape, tiket, lokasi, dan jam buka. Hey Mommies pecinta playground di Jakarta, udah pernah ke Buumi Playscape Pa...
-
Rutinitas pekerjaan terkadang membuat bosan. Meski pekerjaan yang saya dan suami tekuni sekarang sesuai dengan pilihan, kejenuhan itu bisa m...
-
Memotret di malam hari menjadi hal yang saya hindari. Hasil gambar blur, banyak noise, tidak setajam siang. Ah, enggak oke buat post hasilny...