[caption id="attachment_808" align="aligncenter" width="300"]
Saturday, January 24, 2015
Bawean - Edisi Kering
[caption id="attachment_808" align="aligncenter" width="300"]
Tuesday, December 16, 2014
Bawean - Edisi Basah
Dari peta Jawa-Bawean terlihat pulau ini dikelilingi laut sehingga mata pencaharian penduduk pulau ini kebanyakan nelayan. Penghasilan nelayan bergantung pada hasil tangkapan yang tak menentu membuat sebagian nelayan menyewakan perahunya untuk kegiatan wisata. Selama di Bawean kami menggunakan perahu nelayan untuk menyusuri keindahan laut Pulau Boyan. Berhubung perahu ini biasa digunakan menangkap ikan, bukan mengangkut orang, jadilah alat keselamatan seperti life jacket tidak tersedia. Kami meminjamnya dari Dinas Perhubungan dan LLAJ setempat termasuk peralatan snorkeling.
Akhirnyaaaa ke Bawean Juga
Kalau menyebut Kabupaten Gresik, yang terbayang adalah daerah industri dengan pabrik dan polusi. Namun ada satu daerah dalam kawasan Gresik yang bebas bangunan raksasa pengepul asap. Sawah mudah dijumpai di daerah ini, jalanan kecil tanpa penerangan, serta sebagian penduduknya menjadi TKI di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Itulah Pulau Bawean atau ada yang menyebutnya Pulau Boyan juga Pulau Putri.
Bawean terletak 120 km di utara Gresik, di luar Pulau Jawa. Lokasinya yang dikelilingi lautan menyebabkan daerah ini sedikit tertinggal dari segi sarana dan prasarana. Akses utama melalui laut yang bergantung cuaca dan ketinggian ombak menyebabkan pengiriman barang terkendala. Entah sejak kapan di Bawean berlangsung pembangunan bandara yang hingga kini belum juga rampung. Kabar yang saya baca di koran beberapa hari lalu baru saja diresmikan pembangunan RSUD pertama di sana. Semoga pihak-pihak yang berwenang serius untuk melengkapi fasilitas bagi penduduk pulau ini.
Friday, September 19, 2014
Antara Suramadu dan Pelabuhan Kamal
Pulau garam itu ada di seberang Surabaya. Untuk mencapainya kini ada jembatan Suramadu yang membentang dari Surabaya ke Kabupaten Bangkalan, Madura. Mumpung sedang sepi karena lebaran, mari melancong! Kendaraan yang lewat Suramadu dikenakan tariff Rp 30.000,- untuk mobil dan Rp 3.000,- untuk motor. Boleh berkendara pelan-pelan namun dilarang berhenti, ada mobil Jasa Marga yang berlalu-lalang menjaga jembatan. Berada di atas jembatan melihat pulau Madura di depan, saya pun teringat saat menyeberang dari Butterworth ke Georgetown di Penang, Malaysia.
[caption id="attachment_773" align="aligncenter" width="300"]
Menuju Pelabuhan Kamal, pemandangan di jalan berubah dari toko ke sawah. Hamparan padi yang ditanam rapi begitu luas nan hijau. Sesekali ada rumah penduduk atau kantor pemerintah. Kebetulan saat itu mendung, padahal Madura terkenal dengan cuaca panas. Sekitar 14 km kemudian kami sampai di Pelabuhan Kamal. Dahulunya akses penghubung pulau ini dengan pulau Jawa melalui pelabuhan. Kini bangunan dan lokasinya kurang terawat. Penyeberangan tak sepadat biasanya. Kapal datang silih berganti mengantarkan penumpang yang berjalan kaki maupun naik kendaraan.
[caption id="attachment_771" align="aligncenter" width="300"]
Motor dan mobil terparkir rapi di bawah. Pada dek penumpang ada hiburan tv dan musik dangdut. Bagi penumpang yang merokok dapat memilih tempat duduk di luar. Di dalam kapal ini ada yang menjual soto, bakso, juga cemilan. Anehnya ada pengemis pula di kapal. Nah dia ini membayar apa tidak ya? Kapal melaju menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di sebelah kiri terlihat patung Jalesveva Jayamahe yang berbentuk seorang perwira TNI Angkatan Laut memandang ke arah laut, seperti menyambut kami.
Wednesday, July 30, 2014
Hutan Bakau, Wisata di Kota Gresik
Kalau biasanya tumbuhan yang terlalu banyak disirami air bakal cepat mati, ini ada tumbuhan yang airnya sampai menggenang tapi malah subur. Uniknya akar yang umumnya tumbuh di dalam tanah, pada tumbuhan ini akar muncul ke permukaan seperti mencari oksigen. Itulah tumbuhan Bakau atau disebut juga Mangrove. Bakau ini tumbuh di rawa-rawa dengan air payau yang letaknya dekat dengan pantai. Hutan bakau bermanfaat untuk mengurangi abrasi dan meredam gelombang besar seperti tsunami. Di Indonesia penanaman bakau terus digalakan tiap tahunnya. Perusahaan-perusahaan melalui program CSR menanam ratusan hingga ribuan bakau di hutan-hutan bakau di beberapa lokasi di Indonesia.
Tuesday, June 3, 2014
12 Jam di Balikpapan
12 jam transit di Balikpapan, harus ngapain?
Ini memang transit yang disengaja supaya bisa jalan-jalan di Balikpapan. Diawali dengan sarapan lontong balap di terminal BP (Balikpapan Permai) yang enak dan petisnya bisa ambil sesuai selera. FYI lontong balap makanan khas Surabaya, bukan Balikpapan. Biasanya kalau ke tempat baru ya wisata kuliner khas daerah setempat tapi ini lagi kangen rumah, seneng deh liat lontong balap. Lalu ada host dari gabungan Samarinda + Balikpapan Backpackers yang mengajak bertualang seharian.
Monday, June 2, 2014
Senja Terakhir di Taipa
Wednesday, May 28, 2014
Candra Naya: Warisan di Tengah Kota Jakarta
Sebuah artikel saya yang dimuat di majalah lokal mengantarkan saya ke workshop menulis. Salah satu materinya yaitu membuat liputan mengenai bangunan tua di dalam Superblock Green Central City Jakarta. Jika anda melewati jalan Gajah Mada, tepatnya di area Hotel Novotel, perhatikan dengan seksama di antara Novotel dan 7-11 terdapat bangunan peninggalan Tionghoa di era Batavia.
Friday, March 21, 2014
Gaung Gong Perdamaian di Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah beberapa kali muncul di tv kalau ada kerusuhan antar warga. Malu sih, hari gini masih aja tawuran, kadang cuma ikut-ikutan atas nama solidaritas padahal tidak tahu masalah pemicunya. Mungkin ini yang menjadi inisiatif Kapolda Sulteng untuk membuat gong perdamaian di Palu. Letaknya di atas bukit, di belakang kantor Polda Jl Soekarno Hatta.
[caption id="" align="aligncenter" width="454"]
Sunday, February 23, 2014
Jual Kain Tenun Khas Sulawesi Tengah | Foottrip Store
CLOSED
Jual kain tenun khas Sulawesi Tengah di
[caption id="" align="aligncenter" width="320"]
Tenun, batik, dan songket merupakan kekayaan budaya Indonesia. Di satu kota perhentian, FOOTTRIP menjumpai tenun yang menarik namun kurang dikenal secara luas. Kini FOOTTRIP menghadirkannya dalam koleksi "Kain Tenun Khas Sulawesi Tengah". Kenali dan kenalkan negerimu! (
Mau tanya? borong? nego? hubungi kami di:
Instagram: Foottrip
E-mail: helenamantra@live.com
Line: helenamantra
BBM: 7552FE62
Friday, January 24, 2014
Batu Raksasa di Situs Megalitikum Sulawesi Tengah
Ini patung apa? Bentuk aslinya bagaimana? Menggambarkan apa? Gunanya apa? Makam, berhala, atau maksud lain? Apa yang hendak disampaikan orang dari masa lalu? Bagaimana mereka memahat batu-batu raksasa ini? Begitu banyak pertanyaan bermunculan sesampainya di situs megalitikum yang merupakan bagian dari Taman Nasional Lore Lindu. Berhubung ke sana tanpa didampingi arkeolog atau ahli sejarah, pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menggantung.
Friday, December 27, 2013
Semarak Hari Nusantara 2013 di Palu, Sulawesi Tengah
Palu berbenah sebulan belakangan ini. Jalan-jalan utama diaspal kembali, dicat, begitu pula trotoar. Persiapan untuk acara Hari Nusantara 2013 memang luar biasa (di detik-detik terakhir). Event nasional ini merupakan saat yang tepat mempromosikan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu yang kaya dengan potensi pariwisatanya. Sesuai tagline “Setinggi Langit, Sedalam Samudera: Potensi Pariwisata dan Kreativitas Nusantara yang Tak Terhingga “
Thursday, December 5, 2013
Hore...Matahari di Palu Ada Dua!
Terjawab sudah penyebab peningkatan suhu di Palu, mataharinya ada 2! Tepat hari ini, 5 Desember 2013 dibuka surga belanja baru di kota Palu. Matahari Departement Store membuka cabang ke sekian ratusnya di Palu, akhirnyaaa.
Monday, November 25, 2013
Let's Swap These Postcards
these are my DIY postcards
pick your favorite and send me your address via e-mail: helenamantra@live.com
I accept many postcards, esp. about art and culture
thank you!
======
updated: Coming Soon DIY Postcards Season 2 in January 2014
Sunday, November 10, 2013
Berkebun Di Laut
Berkebun yang ini unik, tidak di darat tapi di laut. Tidak menanam tumbuhan tetapi hewan (campur tumbuhan, coz karang itu simbiosis keduanya). Yuk ikut berkebun dengan transplantasi karang di Pantai Tanjung Karang, Donggala.
Mei 2013 lalu komunitas snorkeling dan free diving White Dolphin mengadakan transplantasi karang.
Baca: Save Tanjung Karang by White Dolphin
[caption id="" align="aligncenter" width="338"]
[caption id="" align="aligncenter" width="339"]
Setelah 5 bulan, karang dan medianya berupa semen diletakkan di dasar laut. Mejanya digunakan untuk transplantasi tahap 2 yang dilakukan minggu lalu. Ini langkah-langkahnya:
Meja dari dasar laut diangkat ke darat. Siapkan media tanam yaitu semen yang telah dicetak dengan pipa paralon. Ikat semen ke meja dengan kawat atau cable ties.
Ambil karang yang nantinya digunakan sebagai bibit karang. Bawa ember sambil snorkeling bagaikan belanja di dalam air, hehe
[caption id="" align="aligncenter" width="321"]
Karang kecil diikat ke pipa dan bagian bawah karang harus menempel di semen. Kalau di pasir, karang ga bisa hidup. Karang ini makhluk laut jadi ga bisa terlalu lama di darat, maksimal 2 jam kemudian mati. Jadi, ikat dengan cepat atau ikat di dalam air. Selain itu beri jarak antar karang supaya kalau tumbuh berkembang ada ruang yang cukup.
[caption id="" align="aligncenter" width="329"]
Nah, sudah siap! meja isi 36 bibit karang diturunkan ke laut dengan bantuan tali. Tumbuh subur yaa supaya ekosistem laut terjaga dan ikan-ikan punya tempat bermain.
Yuk lestarikan terumbu karang, paling simple dengan tidak menginjak karang saat berenang atau bermain air di pantai/laut karena karang itu rapuh dan mudah mati namun tumbuhnya butuh ribuan tahun.
Bisa juga support program White Dolphin dengan mengadopsi karang. Program ini sementara masih dilakukan di Pantai Tanjung Karang, Donggala, Sulawesi Tengah. Namun dimanapun berada, kalian bisa dukung program ini jadi papa mama karang untuk transplantasi karang. Let's save coral!
[caption id="" align="aligncenter" width="365"]
Update 2017: Beberapa teknik transplantasi karang yang kami lakukan kurang tepat, antara lain terlalu besar memotong karang dan memasang karang pada pipa di atas air (harusnya di dalam air). Mohon maaf ya karang-karang cantik di Tanjung Karang. Semoga makin lestari.
Friday, November 8, 2013
Sepotong Surga di Sulawesi Tengah
Heaven on earth without spending thousands dollars? Visit Indonesia. Dana terbatas dan waktu yang singkat tak jadi masalah bila berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah. Ada apa saja di sana?
Pagi yang cerah dan angin berhembus lembut, ini saat yang tepat untuk terbang dengan paralayang dari Desa Wayu yang terletak di ketinggian sekitar 800 meter dpl. Jalan yang berliku-liku dan menanjak membuat perjalanan menjadi semakin menantang. Wayu dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya dengan pengemudi yang berpengalaman, atau menumpang mobil bak terbuka milik tim Maleo Paragliding. Yap, instruktur dari Maleo yang akan memandu selama melayang di udara. Sulawesi Tengah memiliki lokasi terbaik untuk paralayang di Indonesia. Pemandangan kota Palu dengan teluknya terhampar luas di depan mata. Paralayang, atau dalam bahasa Inggris disebut Paragliding, adalah olahraga terbang bebas menggunakan parasut dan memanfaatkan angin sebagai daya angkat. Untuk itu diperlukan lahan yang luas di ketinggian sebagai tempat take off. Waktu yang paling tepat untuk paralayang adalah saat musim kemarau. Untunglah di Palu ini lebih sering panas dibanding hujan. Cuaca ini mendukung untuk bermain paralayang.
Friday, September 6, 2013
Turnamen Foto Perjalanan ronde 26: Skyfall
Menggantung di langit biru, pasrah kepada angin dan parasut. Paralayang di Sulawesi Tengah memang mengasyikan!
Thursday, July 11, 2013
Sonya Home Stay: A Review
Satu hari saya menginap di Sonya homestay yang pernah saya baca di beberapa blog para traveler. Lokasinya di Jl. Raya Senggigi no. 54, Lombok, NTB, Indonesia. Ada websitenya juga di http://sonyahomestay.com/homestay/. Resepsionisnya ramah, seorang perantau dari NTT.
Dengan Rp 80ribu sudah mendapat kamar dg kasur untuk 2 orang, kamar mandi dalam, lemari, dan sarapan pancake + buah. Untuk sarapan ini made by order, jadi pesanlah sebelum benar-benar kelaparan.
Lombok – Wisata Internasional, Cita Rasa Lokal (day 3)
Pusat oleh-oleh khas Lombok letaknya berdekatan. Setengah hari saja saya bisa mengunjungi Pasar Seni Sayang-Sayang, Pasar Cakra, Phoenix, dan pusat kerajinan mutiara. Sayang-Sayang terkenal dg kerajinan tangan dari kayu untuk menghiasi rumah. Saat itu Jumat pagi, Sayang-Sayang sepi. Pengunjungnya hanya kami bertiga. Sebagian toko juga masih tutup. Not much to see dan katanya harga lebih mahal.
Pasar Cakra di Jl Gede Ngurah Rai daerah Cakranegara adalah pasar tradisional namun ada toko yang menjual pakaian dg tulisan Lombok. Yeah, butuh bukti sudah pernah ke sana kan :D sesuai rekomendasi kami ke Toko Arif yang menjual dg harga grosir. Ada pakaian dari anak-anak sampai dewasa, celana pendek sampai daster, gantungan kunci, juga peci. Tawarlah setawar-tawarnya, apalagi kalau beli banyak.
[caption id="" align="aligncenter" width="310"]
Lombok – Wisata Internasional, Cita Rasa Lokal (day 2)
Gili Air, Gili Meno, dan tentu saja Gili Trawangan. Tiga gili atau pulau kecil ini mudah didatangi dalam satu hari. Dari Senggigi kami bergabung dg pasangan yg sedang berbulan madu dan seorang teman yang merantau di Mataram (yang jadi local guide kami). Kapal umum dari Pelabuhan Bangsal tiap jam ada yang menyeberang ke Gili Trawangan. Dari Trawangan kami langsung menuju pos penjualan tiket untuk mencari info trip ke 3 gili. Beruntunglah kami karena trip oleh Lucky Trip hampiir berangkat. Trip ini setiap hari ada, start 10.30am ke Gili Meno - Air – Meno – Trawangan, including sewa alat snorkeling, masker, fin, safety jacket, mineral water, and lunch (food only) total Rp 120ribu. Sebaiknya pesan dari awal untuk menu makanannya supaya cepat disajikan. Jangan kaget, harga makanan bisa 30-40ribu, yah harga bule lah namun it’s already part of the trip jadi tidak perlu membayar lagi, pilih saja yang disuka.
[caption id="" align="aligncenter" width="343"]
Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit
Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit Bulan September ini masa berlaku SIM A & C saya habis. Itu artin...
-
Review playground Buumi Playscape, tiket, lokasi, dan jam buka. Hey Mommies pecinta playground di Jakarta, udah pernah ke Buumi Playscape Pa...
-
Rutinitas pekerjaan terkadang membuat bosan. Meski pekerjaan yang saya dan suami tekuni sekarang sesuai dengan pilihan, kejenuhan itu bisa m...
-
Memotret di malam hari menjadi hal yang saya hindari. Hasil gambar blur, banyak noise, tidak setajam siang. Ah, enggak oke buat post hasilny...