Showing posts with label Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Malaysia. Show all posts

Monday, February 25, 2019

Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan

Hari kedua Mayday Project ibu saya mulai menaruh curiga. Mengapa setiap kali mengirim kabar ke ibu selalu foto sendirian di tempat liburan, kok enggak ada temannya? Jangan-jangan Helena traveling sendirian.




[caption id="attachment_245" align="aligncenter" width="800"] Solo traveling, why not?[/caption]

Friday, January 12, 2018

Rencana Liburan ke Luar Negeri Bersama Anak

Rencana Liburan ke Luar Negeri Bersama Anak. Hati ini bergejolak ketika Mbak Uci “Gaya Ransel” berbagi info mendapat tiket pesawat ke Singapura hanya Rp1,5juta untuk berlima. Wow, kok bisa?! Gini kan saya juga ingin liburan keluarga ke negara tetangga. Ya itung-itung buat memakai paspor baru setelah paspor yang lama rusak terkena tumpahan air. Biar ga rugi antri lama di imigrasi. Haha!

Wednesday, October 11, 2017

Asuransi Perjalanan, Penting Banget atau Penting Aja?

Baru-baru ini viral foto seorang ibu yang membaringkan bayinya di lantai bandara. Warganet yang hanya melihat potongan foto tersebut pun mengkritik si ibu. Ternyata ibu muda tersebut kelelahan menggendong bayi berusia dua bulan karena pesawatnya delay selama 20 jam. Okelah memang nyebelin dengan orang yang asal komentar tanpa mencari tahu fakta sebenarnya. Namun saya lebih fokus pada keterlambatan yang dialami ibu tersebut. 20 jam! Harapannya pergi bersama bayi naik pesawat supaya lekas sampai tetapi yang terjadi keterlambatan yang begitu lama. Capek lahir batin, Sis.


Syukur Alhamdulillah saya belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan sebegitu lama. Palingan pernah sekali hendak terbang ke Jakarta dimana jadwal pesawatnya ga jelas. Menurut petugas, ada masalah teknis pada roda pesawat. Untunglah saat itu saya pergi dalam rangka liburan sehingga tidak ada target tertentu yang mendesak. Namun sebagian penumpang sempat naik pitam di hadapan ground staff karena mereka ada meeting atau harus masuk kantor di hari yang sama.


Penundaan keberangkatan merugikan penumpang dari segi materiel maupun immateriel. Meski ada kompensasi delay pesawat yang diatur dalam PM No. 89 Tahun 2015 Terkait Penanganan Keterlambatan Penerbangan, harapan saya pesawat berangkat sesuai jadwal (kecuali faktor cuaca atau hal lain yang membahayakan). Untuk mengurangi risiko kerugian tersebut, asuransi perjalanan penting dimiliki setiap penumpang.

Saturday, July 22, 2017

Hal Nekad Ini Mengubah Hidup Saya

H-1


Dua kaos aktivitas, satu kaos tidur, satu celana aktivitas, satu celana tidur, dua jilbab, dua kaos kaki, daleman, peralatan mandi, HP, adapter universal, powerbank, dan jajan. Semuanya masuk dalam carrier bag oranye seberat 7 kg.  Paspor, tiket, uang, notebook kecil, dan kamera ku simpan di tas kamera berwarna senada.


Perjalanan yang telah ku rencanakan sejak tujuh bulan lalu akan terjadi esok. Itinerary yang ku susun hasil referensi sana-sini terlipat rapi beserta peta jalur MRT dan LRT. Namun ada satu yang mengganjal. Teman seperjalanan membatalkan keberangkatannya. Ada keraguan yang berputar di kepalaku. Ini pertama kalinya aku ke luar negeri. Beranikah aku pergi sendiri?


Ibu tentu akan melarang jika beliau tahu kenyataannya. Namun aku menenangkan dengan berkata bahwa di sana aku akan bertemu dengan teman-teman. Everything’s gonna be okay.


Aku menguatkan tekad dan memberanikan diri. Segala usaha yang kulakukan untuk menyiapkan liburan ini tak boleh berakhir sia-sia. Aku harus berangkat. Pokoke budhal!

Saturday, October 22, 2016

Rencana Liburan Hemat Bersama Balita ke Kuala Lumpur, Malaysia

Rutinitas pekerjaan terkadang membuat bosan. Meski pekerjaan yang saya dan suami tekuni sekarang sesuai dengan pilihan, kejenuhan itu bisa muncul. Sesekali kami butuh quality time, sejenak melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan. Selain itu Sid, anak kami yang berusia 1,5 tahun, sudah saatnya diajak mengenal dunia lebih luas dengan traveling.


traveling-hemat-bersama-zen-rooms-helenamantra


 

Saya pun mengutarakan rencana liburan ke suami. Tak perlu jauh-jauh mengingat tabungan juga belum banyak. Kami memilih Kuala Lumpur (KL), ibukota Malaysia, untuk liburan keluarga pertama kali ke luar negeri. Waktu yang kami rencanakan saat Chinese New Year, 27-29 Januari 2017. Kami ingin menikmati kemeriahan Imlek di sana.


Selain dari segi jarak, biaya hidup di Kuala Lumpur mirip dengan Jakarta. Bahasa Melayu yang digunakan juga mirip dengan Bahasa Indonesia. Waktu tempuh dari Jakarta ke KL sekitar 2 jam, tidak terlalu lama. Saya khawatir Sid akan bosan di pesawat bila jaraknya terlalu jauh.


Sebagai persiapan, saya membuat rencana perjalanan (itinerary) lengkap dengan anggaran biaya (budget). Waktu liburan yang masih 3 bulan lagi memberikan kesempatan bagi kami untuk menambah tabungan dana liburan. Beruntungnya saya masih menyimpan detail perjalanan saat ke KL beberapa tahun lalu. Kalau dahulu saya solo traveling sehingga lebih fleksibel menentukan tujuan, kali ini pergi membawa balita. Saya pun menyesuaikan tempo perjalanan dan tempat yang dikunjungi.

Tuesday, March 15, 2016

Tips Penggantian Paspor Rusak

Empat kali saya bolak-balik kantor imigrasi untuk mengurus penggantian paspor rusak karena terkena tumpahan air minum. Prosesnya mudah namun harus sabar dengan antrian di imigrasi yang selalu ramai. Berikut tips mengurus paspor rusak:




[caption id="attachment_1071" align="aligncenter" width="512"]mengurus paspor rusak Lengkapi berkas (sumber)[/caption]

Thursday, December 17, 2015

Ibu = Partner Jalan-Jalan

image

Kalau ibu ngomel tentang aku yang jalan-jalan melulu, aku balas, "Ibu juga kan? Paspor ibu lebih banyak stempel dari punyaku.". Aku bangga punya ibu yang mau diajak backpacking . Jago menawar barang apalagi buat oleh-oleh meski kurang lancar berbahasa Inggris saat kami pergi ke luar negeri. Yang penting percaya diri ya Bu!
Terima kasih ibu sudah mewariskan gen "suka jalan-jalan". Selamat Hari Ibu! Semoga ibu diberikan Allah kesehatan supaya kuat menemaniku jalan-jalan.

Foto ini diikutsertakan dalam GA Sehari : Aku dan Ibuku di blog Pakde

Wednesday, February 11, 2015

Liburan di Bukan Musim Liburan: Legoland, MY

[caption id="attachment_821" align="aligncenter" width="169"]legoland malaysia (2) si oren dan orca nampang di Legoland[/caption]

Kepikiran gak sih betapa sibuknya anak-anak sekarang. Sekolah full day sampai sore, pulangnya mampir ke tempat les ini itu, sampai rumah masih harus mengerjakan PR. Saat pembagian rapor dan mendapat nilai yang baik, mereka layak mendapatkan hadiah atas kerja keras..eh belajar keras selama semester ini. Namun berlibur ke theme park saat liburan sekolah bakal ramai, antrian panjang, dan kurang nyaman. Keluarga ini menyiasati dengan berlibur saat awal masuk sekolah (biasanya pelajaran belum penuh dan masih proses adaptasi semangat, hehe). Di Johor, Malaysia ada Legoland Malaysia Resort yang menarik dikunjungi khususnya untuk anak usia hingga 13 tahun. Dari terminal bus JB Sentral atau Larkin di Johor Bahru naik bus LM1 warna kuning. Siapkan uang pas, masukan ke kotak yang ada di samping supir, dan simpan tiketnya (buat kenang-kenangan). Bus ini berangkat tiap 1,5 jam jadi catat jadwal atau ambil brosurnya supaya tidak ketinggalan. Bus dengan AC dan jalanan yang lengang membuat perjalanan 1 jam tidak terasa.

Legoland memiliki theme park dan water park. Di theme park pengunjung akan menjumpai mainan lego yang disusun menjadi bermacam-macam bentuk, dari yang sederhana hingga rumit dan besar. Ada Star Wars miniland yang berisi cuplikan film Star Wars dari lego dan Taman Miniatur dengan bangunan khas tiap negara di Asia. Di mana-mana terdapat lego, termasuk di toilet! Ada juga wahana yang bisa dicoba seperti roller coaster, kereta lego, dan banyak lagi.

legoland malaysia (6)Perjalanan kali ini saya bersama 2 anak, adik usia 8 tahun dan kakak 11 tahun. Mereka senang melihat mainan di mana-mana. Di driving school mereka belajar mengendarai mobil lego sambil menaati rambu-rambu lalu lintas. Cuaca sangat terik dan kakak harus menunggu hingga lampu hijau menyala, kasihan melihatnya. Di boating school saya dan adik mendapat perahu yang mesinnya sering mati, kami pun berkali-kali menabrak pagar pembatas. Beberapa wahana bisa dinikmati oleh orang dewasa juga. Ibu dan adik memompa air untuk menyelamatkan rumah yang terbakar, bersaing dengan tim lain di game ‘fireman’. Ada juga bioskop 4D dengan efek angin dan salju yang seru. Saat lelah, kami memutari sekitar Legoland sambil memilih wahana apalagi yang mau dicoba dengan kereta dan melihat Legoland dari ketinggian dengan naik menara berputar yang bentuknya seperti Menara Tamingsari di Melaka.

[caption id="attachment_816" align="aligncenter" width="300"]legoland malaysia (10) membuat lego alligator[/caption]

Buat yang suka main robot, ada kelas untuk belajar menggerakkan robot melalui komputer. Robot dari susunan lego ini harus melaksanakan tugas tertentu dan cara menjalankannya menggunakan program di komputer. Adik yang suka science dan robot tentu saja bersemangat. Ia mendengarkan dengan seksama instruksi dari pemandu dalam bahasa Inggris, tumben nih biasanya dia pemalu. Sambil menunggu, di samping ruang lab robot ada lego yang bisa dimainkan. Cara membuat bentuk tertentu telah disediakan.

[caption id="attachment_817" align="aligncenter" width="300"]legoland malaysia (9) Singapore miniland[/caption]

Permainan di Legoland memang banyak dan seru. Lokasinya yang terbuka alias outdoor di tempat yang sangat luas membuat pengunjung kepanasan. Udaranya memang super hot, siapkan payung dan kacamata hitam juga air mineral supaya tubuh tetap hidrasi. Theme park ini juga menyediakan penyewaan kursi roda dan stroller, semakin nyaman untuk banyak kalangan.

[caption id="attachment_819" align="aligncenter" width="231"]legoland malaysia (7) Kids meal, adult portion[/caption]

Sebelum lanjut ke water park, kami mengisi perut setelah berkeliling. Di dalam Legoland ada beberapa food court. Salah satunya Market Restaurant. Porsi di sini sangat kenyang. Melihat potongan ayam besar, saya memesan kids meal (RM 17) yang ternyata termasuk nasi + paha ayam + apel + jus ribena + pin baju. Makanannya enak, kecuali nasinya dengan rasa campur jahe. Yah karena lapar, dinikmati saja. Alhamdulillah..

legoland malaysia (1)Di samping theme park, ada water park yang lagi-lagi penuh dengan lego. Kolam ombak dibentuk mirip pantai. Airnya jernih, warna dasarnya biru, sangat menyenangkan terseret kesana kemari. Kalau di Lazy River, cukup bersantai di atas pelampung mengikuti arus. Di kolamnya ada potongan lego yang bisa disusun dan direkatkan pada pelampung. Dari tempat ini bisa terlihat roller coaster yang sedang berputar dan Legoland hotel berbentuk kastil.

Tak terasa hari menjelang petang. Bus LM1 untuk kembali ke JB Sentral jadwalnya 20 menit lagi. Kami bergegas ganti baju dan lari campur jalan cepat membawa tas yang semakin berat karena baju renang basah. Dari pintu masuk ke halte jaraknya lumayan. Untunglah kami tepat waktu dan bisa naik bus itu. Kalau terlambat sedikit saja, kami harus menunggu di luar Legoland selama 1,5 jam.

[caption id="attachment_818" align="aligncenter" width="300"]legoland malaysia (8) mari pulaaaang[/caption]

Website: http://www.legoland.com.my/

Bus ke Legoland dari Johor Bahru, Kuala Lumpur, dan Singapura: http://www.legoland.com.my/Plan/Bus-Services/

Friday, February 14, 2014

Backpacking with Mommy: Perhatikan Hal Berikut Saat Berlibur dengan Ibu

[caption id="attachment_590" align="aligncenter" width="640"]KL Sentral Malaysia Tips liburan bersama ibu a la backpacker[/caption]

Khawatir dan fleksibel adalah dua kata yang saya tanamkan sejak awal saat membuat itinerary jalan-jalan bersama ibu. Ini liburan bersama pertama ala backpacker kami. Ibu tipe orang yang aktif dan supel jadi saya percaya diri mengajak beliau melancong ke Malaysia. Suami juga ikut berlibur, at least bisa saling menjaga.

Thursday, April 11, 2013

MAYDAY project day 1: Surabaya - Kuala Lumpur

 12 Mei 2012


08.50 

flight AA dari SUB ke KUL. Cap pertama dari imigrasi sudah ada di paspor. Dilarang membawa cairan termasuk air mineral lebih dari 100ml. Untung minumku sudah habis. Airport tax Rp 150.000,- solat dhuha dulu sambil nunggu masuk ke ruang tunggu, biar lebih manteb! Bismillah.

 

12.30 LT (GMT +8) 

mendarat di LCCT, KL, Malaysia. Ooh ini toh luar negeri. Btw baru tau juga LCCT stands for Low cost carrier terminal. Cari lokasi skybus yang ada di ujung LCCT, jauh dan gerah. Naik bus, lupa ga print tiket skybus, terpaksa bayar lagi RM 9. Duduk di sebelah cewe melayu, namanya Mirah. Masih kuliah di Shah Alam. Kami ngobrol banyak, sekalian aku nanya tentang Malaysia. Perjalanan skybus dari LCCT ke KL Sentral sekitar 45-60 menit via highway. Di mana-mana ada konstruksi dan kondominium. Mostly penduduk di KL yang crowded ini tinggal di rumah susun, condo, dan apartemen.

Sampai KL Sentral, naik eskalator ke atas. Tempatnya gede! Di tengahnya ada booth yang menjual baju, obat, alat elektronik, dsb. Lapar dan haus, beli air minum RM 1.40 dan roti coklat RM 2.40. Solat dulu sekalian cuci muka biar seger. Dhuhur di sini 1pm lewat. Setelah itu makan chicken burger di McD RM 3.30 sambil mikir mau ke mana ya.. Okelah masjid jamek aja.

Lihat orang gimana cara beli tiket LRT di vending machine. Pencet token sehala, stesen tujuan, jumlah orang, masukan uang, ambil koin biru dan kembaliannya. Keren! Wondering ada orang di dalam mesin :p KL Sentral ke Masjid Jamek RM 1.30. Ketemu orang Jakarta yang mau ke masjid jamek. Ikut aja lah. Mereka bertiga, ayah ibu anak. Lumayan ada teman ngobrol. Si ibu ini lagi cari calon mantu, berasa diinterogasi deh. Umur berapa? Kerja di mana? Sama siapa ke sini? Aslinya mana? La la la...

Sampai masjid jamek, istirahat dulu. Lanjut ke daerah masjid india, bukan buat solat lagi tapi lihat kerudung. Di sana pusat grosir kerudung. Kalau mau murah belinya 1 kodi. Setelah dihitung, lebih murah di tanah abang atau ITC. Modelnya juga biasa aja. Btw bawa tas 7kg masuk keluar toko yang sempit lumayan juga ya, hehe. Setiap Sabtu di daerah masjid india rameee karena ada semacam bazar. Ditraktir martabak dan kebab oleh keluarga baik itu, alhamdulillah rezeki.

Sudah sore, kami berpisah. Aku mau ke Pudu Sentral untuk melanjutkan perjalanan malam ke Hat Yai, Thailand. Mereka mau belanja ke Petaling street. Beli air minum 1,5L RM 2 merek Bleu (paling murah).











Masjid Jame' KL, Malaysia











Masjid Jame', KL

19.30 


Mau ke Pudu Sentral aja pake nyasar, eh foto dulu di depan Muzium Telkom yang sudah tutup. Lanjut ke Pudu Sentral yang tinggal lurussss aja dari masjid jamek. Beli tiket bus KBES jurusan Kuala Lumpur - Hat Yai yang aslinya RM 45 berhasil ditawar (sambil melas) jadi RM 40. Mbak yang jaga cantik dan baik hati. Love you, mbak!

Solat dulu di surau yang adem dan bikin ngantuk. Tasnya ga boleh dibawa masuk surau, nitip deh. Bus masih 2 jam lagi, coba jalan-jalan di sekitar Pudu sambil cari Petaling St mumpung tas ada di penitipan bags, hehe.

Masuk Kesturi Walk, pasar seni. Macet di daerah situ. Beli postcard RM 1, Keychain isi 6 RM 10 (ada ya RM 5, 10, 50 bergantung kualitas).

Balik ke surau yang udah tutup. Ibu yang jaga marah kayaknya, nungguin tasku, hehe. Bayar RM 0.50 buat penitipan tas. Ke toilet RM 0.30.











Kesturi Walk, KL


22.30 

naik konsortium bas ekspress semenanjung (www.kbes.com.my) seatnya legaaa, isi sekitar 24 seat. Naiknya dari platform 19. Tidur dulu..

 

Asik juga jalan sendiri, sampe keringetan, kalo capek ya berhenti. Sinyal hp juga mantab di sini, mumpung masih free roaming 3 hari.


Alhamdulillah hari pertama selesai dan saya masih hidup. Whatever will be, will be.


 


FYI currency rate-nya:

1 MYR = Rp 3040,-

1 THB = Rp  306,-

1 SGD = Rp 7450,-

Tuesday, March 26, 2013

City of Digital Lights in i-City

[caption id="" align="aligncenter" width="337"]Oh lampu warna warni di i-City serasa mau peluk lampu-lampu[/caption]

I-City mengingatkan saya akan Batu Night Spectacular di Batu, Jawa Timur. Kalau di BNS berbagai bentuk lampion cantik, di I-City dipenuhi lampu berwarna warni. Letaknya di Shah Alam, ibukota state Selangor sekitar 30-45 menit dari Kuala Lumpur. Tempat ini berupa taman yang luas dan buka sepanjang hari. Totally free to get around and take hundreds of pics. Atraksi utamanya berupa taman dengan lampu gemerlap, so best time to visit tentunya saat malam. They call it City of Digital Lights.




[caption id="attachment_80" align="aligncenter" width="402"]i-City map i-City map[/caption]

Ada wahana-wahana berbayar seperti giant ferris wheel setinggi 100 meter, Spacewalk, Double Decker, Pirate Ship, Super Swing, Bumper Cars, Circus Travel, Happy Train, Castle Mania, Mini Bee Spinner, dan salju! Yes, ada salju di negara tropis ini. Arenanya bernama Snowalk. Untuk masuk ke sini pengunjung membayar RM 25 - 35. Di dalamnya ada berbagai patung es dalam ruangan super dingin. Setiap pengunjung dipinjami jaket supaya tidak menggigil di dalam. Berhubung saya pernah ke arena serupa di Surabaya, jadi tidak mencoba masuk Snowalk.

Berkunjung ke city of digital lights mengingatkan saya akan tempat tinggal saya yang rajin mati lampu. Kota yang dikenal sebagai ibukota Sulawesi Tengah hampir tiap hari terjadi blackout. Teringat juga pulau kecil bernama Wakai, Kadidiri, dan Pangempa di Kepulauan Togean yang listriknya hanya ada saat malam hari. Miris, sangat berbeda dengan i-City yang ibaratnya listrik dibuang - buang untuk menyalakan LED lights sebanyak itu. Semoga Indonesia cepat berbenah dan bisa menyediakan listrik, hal kecil namun sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Btw tulisan ini random banget antara keceriaan di i-City dan "Earth Hour" di Indonesia. Punten pemirsaaaa

@helenamantra

Friday, March 22, 2013

Batu Caves Saat Thaipusam Festival

Dua orang teman saya benar-benar ga suka dg tetangga sebelah, sebut saja Malaysia. Entah karena beberapa kali mereka claim budaya Indonesia, bertarung sengit di kancah persepakbolaan, atau alasan lain. Namun buat saya, ke Malaysia itu seperti mudik ke kampung halaman. Selama Mayday Project 2012 saya udah bolak-balik ke Kuala Lumpur 4x dalam waktu seminggu. Tempat ini sebagai transit saya menuju kota-kota lain. And somehow saya berasa mudik setiap ke KL yang padat namun tertata rapi.

[caption id="attachment_48" align="aligncenter" width="200"]Patung raksasa di gerbang Batu Caves Patung raksasa di gerbang Batu Caves[/caption]

And then, kesempatan itu datang lagi. "Mudik" singkat ke KL sembari mengisi long weekend. Very very short trip ditambah cuaca yang kurang bersahabat, hujan dan guntur hampir sepanjang hari, menghambat saya berkeliling kota.

Ada destinasi baru yang akhirnya kesampaian, yaitu Batu Caves. Tempat ini sekitar 30-40 menit dengan komuter dari KL Sentral. Berangkat bayar RM 1, baliknya bayar RM 2. Turun stasiun Batu Caves langsung disambut pemandangan tebing tinggi di sisi kiri dan jalan raya besar di sisi kanan. Kota dan alam bisa sedekat ini dg udara bersih. Luar biasa.

[caption id="attachment_47" align="aligncenter" width="300"]Thaipusam Festival at Batu Caves Thaipusam Festival at Batu Caves[/caption]

Saat itu mendekati festival Thaipusam, hari raya umat Hindu. Batu Caves yang merupakan temple untuk ibadah lebih ramai dari biasanya. Booth-booth yang menjual makanan khas india (termasuk susu kambing yg dibentuk dadu), baju-baju, musik india (diputar dengan super keras dan sukses bikin joged) ada di sepanjang jalan dari stasiun ke temple. Patung berwarna emas megah berdiri super raksasa di dekat tangga menuju dalam temple. Pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga sebelum masuk ke gua tempat ibadah.

Ada kejadian yang unik dan mengharukan. Waktu itu salah satu pengunjung menaiki anak tangga demi anak tangga dg berlutut/jongkok. Suatu pemandangan yg membuat hati terenyuh, untuk suatu ibadah diperlukan perjuangan seperti ini. Saya kurang tahu mengapa beliau melakukan hal demikian. Apakah fisiknya kurang kuat bila harus naik dg berdiri atau semacam nazar baginya. And she made it. Saya menunggu hingga beliau dan seorang rekannya sampai di tangga terakhir.

[caption id="attachment_49" align="aligncenter" width="300"]Climb to the top of Batu Caves Climb to the top of Batu Caves[/caption]

Di dalam Batu Caves ada dua tempat ibadah, di bawah dan di atas (naik tangga lagi). Di sekitarnya monyet-monyet berkeliaran bebas sambil mencari makanan. Ada juga tour masuk ke Batu Caves di sisi lain tetapi saya tidak mencobanya.

Di halaman sekitar Batu Caves banyak burung dara yang asik mencari makan dan bila pengunjung melemparkan makanan, mereka langsung mengerumuni. Pemandangan yang asik sambil melepas lelah setelah naik-turun tangga ke temple.

view from the top of Batu Caves

Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit

Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit Bulan September ini masa berlaku SIM A & C saya habis. Itu artin...