Siapa yang suka bawa pekerjaan saat liburan? Kenalan sama XL GO Izi, yuk!
[caption id="attachment_2468" align="aligncenter" width="720"]
Siapa yang suka bawa pekerjaan saat liburan? Kenalan sama XL GO Izi, yuk!
Ketika pesawat bersiap lepas landas, terdengar lengkingan tangis dari kursi sebelah kiri. Tangisan tak henti itu keluar dari seorang balita laki-laki yang marah HP-nya direbut. Keasyikannya menonton video terusik karena HP harus dimatikan saat pesawat akan take-off. Begitulah tantangan mengajak anak balita naik pesawat. Bagaimana ya tips naik pesawat membawa balita dengan minim drama?
Kejadian di atas saya alami saat naik pesawat bersama SID. Syukurlah bukan SID yang menangis tetapi anak di dekat kami. Kala itu saya berkata pada SID, “Mungkin anak itu belum tahu kalau di dalam pesawat tidak boleh main HP.”
SID sendiri dari bayi sudah pernah naik pesawat tapi mana dia ingat. Hahaha … Beda banget lah naik pesawat bawa bayi dengan bawa balita. Menurut saya lebih mudah saat bayi. Kalau anak nangis ya beri ASI. Seingat saya, SID bayi naik pesawat itu selalu smooth. Dia kebanyakan tidur di pesawat sehingga perjalanan aman tanpa drama.
Dari pengalaman tersebut saya belajar ada hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum membawa anak naik pesawat, yaitu:
Jauh hari sebelum naik pesawat, saya cerita ke SID bahwa kami akan berlibur dengan naik pesawat. Ini bukan pertama kalinya ia naik si burung besi namun menjadi pengalaman pertama di usia balita dimana ia sudah sepenuhnya sadar, gini lho naik pesawat. SID nampak sangat tertarik membayangkan naik pesawat. Ia baca buku dan nonton video tentang pesawat. Setiap hari ia bertanya, "Besok kita naik pesawat?"
Saking excited-nya, perjalanan menuju bandara yang begitu lama karena macet itu membuatnya bertahan untuk tidak tidur. Ia asyik main mobil-mobilan sambil sesekali bertanya, “Sudah dekat?” Ending-nya dia tetap ketiduran saking ngantuknya.
Di dalam pesawat terdapat berbagai aturan yang wajib dipatuhi. Naik pesawat pun berbeda dengan bus atau mobil yang mudah berhenti sewaktu-waktu. Oleh karena itu, saya ceritakan aturan dalam bandara dan pesawat. SID juga belajar lewat game Baby Bus Aeroplane mengenai tata cara naik pesawat dari beli tiket, check-in, di dalam pesawat, landing, sampai mencari barang yang hilang di “Lost and Found”. Rupanya game ini ampuh mengajarkan ia menjadi penumpang yang patuh, termasuk tidak minta nonton YouTube di dalam pesawat. Efek sampingnya hanya sedikit foto-foto kami di dalam pesawat karena ia mengingatkan saya untuk mematikan HP.
Sebagai penghibur di perjalanan, kami membawa beberapa buku dan mainan. Ia sibuk dengan mobil-mobilan dan menempel stiker di buku stiker. Sesekali ia bertanya, "Kok lama. Kapan sampai?" tetapi kemudian sudah asyik lagi bermain.
Berhubung perjalanan ke bandara lebih lama dibanding naik pesawat itu sendiri, saya bawa beragam makanan kesukaan SID. Repot juga kan kalau dia minta jajanan tertentu tapi enggak tersedia. Lagipula harga snack di pesawat berkali lipat. Hahaha ...
Tahu enggak, ia minta minum susu saat di pesawat. Bukan susu kotak tetapi susu gelas. Untunglah saya membawa susu bubuk dan gelas plastik. Baru kali ini ngaduk susu di pesawat.
Kalau saya perhatikan, sepertinya SID tidak terlalu nyaman di pesawat sampai menolak makan. Ia hanya mau minum susu padahal saya bawa bekal roti dan ayam goreng kesukaannya. Jadinya begitu sampai di kota tujuan, ia makan dengan lahap di ruang tunggu.
Baca juga: Cara Beli Tiket Kereta Bandara Online
Kiat terakhir ini jangan sampai terlewat. Saya berdoa pada Allah semoga perjalanan bawa anak naik pesawat bisa lancar. Kalaupun ada drama bisa segera ditangani. Alhamdulillah selama perjalanan berangkat berjalan lancar. SID dengan bahagia turun dari pesawat dan bersiap menyambut liburan.
Demikian tips membawa balita naik pesawat dari hasil pengalaman pribadi. Kalaupun sudah menyiapkan berbagai hal di atas namun si kecil kurang kooperatif, tenangkan diri dan siapkan stok sabar yang melimpah. Ingatlah, orang sabar itu rezekinya subur.
Hari kedua Mayday Project ibu saya mulai menaruh curiga. Mengapa setiap kali mengirim kabar ke ibu selalu foto sendirian di tempat liburan, kok enggak ada temannya? Jangan-jangan Helena traveling sendirian.
Berangkat sekolah dan kerja, macet. Pulangnya, macet. Jalan-jalan di akhir pekan juga kena macet. Wahai macet, kamu setia banget menemani setiap hari. Kalau macet, kamu biasanya ngapain sih? Marah-marah kala terjebak kemacetan hanya membuat cepat tua. Lebih baik melakukan 10 aktivitas saat terjebak macet berikut ini.
Apa yang terbayang saat ngomongin liburan bareng pasangan? Bahagia selalu di dekatnya, dari sunrise sampai sunset. Romantis jalan berdua sambil bergandengan tangan. Makan malam di pinggir pantai sambil menikmati semilir angin dan jagain lilin supaya enggak mati. *eh, haha…. Tapi, berlibur bersama pasangan bisa 180 derajat berbeda dari gambaran tadi, lho, kalau tidak disiapkan dengan benar. Sebelum berlibur, baca dulu deh tips liburan romantis bahagia bareng pasangan berikut ini.
Lain ladang, lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya. Begitu pula saat berlibur ke suatu tempat, kita perlu mengetahui aturan dan budaya masyarakat di sana termasuk saat traveling ke Taiwan. Ini nih tips liburan ke Taiwan supaya liburan makin asyik dan nyaman.
Memiliki asuransi perjalanan membuat liburan semakin tenang. Berbagai hal tidak mengenakkan seperti pembatalan penerbangan, kehilangan bagasi, atau sakit selama perjalanan akan mendapat kompensasi. Bagaimana memilih dan membeli asuransi perjalanan terbaik yang mudah? Simak tips Myfoottrip berikut ini.
Rencana Liburan ke Luar Negeri Bersama Anak. Hati ini bergejolak ketika Mbak Uci “Gaya Ransel” berbagi info mendapat tiket pesawat ke Singapura hanya Rp1,5juta untuk berlima. Wow, kok bisa?! Gini kan saya juga ingin liburan keluarga ke negara tetangga. Ya itung-itung buat memakai paspor baru setelah paspor yang lama rusak terkena tumpahan air. Biar ga rugi antri lama di imigrasi. Haha!
Baru-baru ini viral foto seorang ibu yang membaringkan bayinya di lantai bandara. Warganet yang hanya melihat potongan foto tersebut pun mengkritik si ibu. Ternyata ibu muda tersebut kelelahan menggendong bayi berusia dua bulan karena pesawatnya delay selama 20 jam. Okelah memang nyebelin dengan orang yang asal komentar tanpa mencari tahu fakta sebenarnya. Namun saya lebih fokus pada keterlambatan yang dialami ibu tersebut. 20 jam! Harapannya pergi bersama bayi naik pesawat supaya lekas sampai tetapi yang terjadi keterlambatan yang begitu lama. Capek lahir batin, Sis.
Syukur Alhamdulillah saya belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan sebegitu lama. Palingan pernah sekali hendak terbang ke Jakarta dimana jadwal pesawatnya ga jelas. Menurut petugas, ada masalah teknis pada roda pesawat. Untunglah saat itu saya pergi dalam rangka liburan sehingga tidak ada target tertentu yang mendesak. Namun sebagian penumpang sempat naik pitam di hadapan ground staff karena mereka ada meeting atau harus masuk kantor di hari yang sama.
Penundaan keberangkatan merugikan penumpang dari segi materiel maupun immateriel. Meski ada kompensasi delay pesawat yang diatur dalam PM No. 89 Tahun 2015 Terkait Penanganan Keterlambatan Penerbangan, harapan saya pesawat berangkat sesuai jadwal (kecuali faktor cuaca atau hal lain yang membahayakan). Untuk mengurangi risiko kerugian tersebut, asuransi perjalanan penting dimiliki setiap penumpang.
H-1
Dua kaos aktivitas, satu kaos tidur, satu celana aktivitas, satu celana tidur, dua jilbab, dua kaos kaki, daleman, peralatan mandi, HP, adapter universal, powerbank, dan jajan. Semuanya masuk dalam carrier bag oranye seberat 7 kg. Paspor, tiket, uang, notebook kecil, dan kamera ku simpan di tas kamera berwarna senada.
Perjalanan yang telah ku rencanakan sejak tujuh bulan lalu akan terjadi esok. Itinerary yang ku susun hasil referensi sana-sini terlipat rapi beserta peta jalur MRT dan LRT. Namun ada satu yang mengganjal. Teman seperjalanan membatalkan keberangkatannya. Ada keraguan yang berputar di kepalaku. Ini pertama kalinya aku ke luar negeri. Beranikah aku pergi sendiri?
Ibu tentu akan melarang jika beliau tahu kenyataannya. Namun aku menenangkan dengan berkata bahwa di sana aku akan bertemu dengan teman-teman. Everything’s gonna be okay.
Aku menguatkan tekad dan memberanikan diri. Segala usaha yang kulakukan untuk menyiapkan liburan ini tak boleh berakhir sia-sia. Aku harus berangkat. Pokoke budhal!
Rutinitas pekerjaan terkadang membuat bosan. Meski pekerjaan yang saya dan suami tekuni sekarang sesuai dengan pilihan, kejenuhan itu bisa muncul. Sesekali kami butuh quality time, sejenak melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan. Selain itu Sid, anak kami yang berusia 1,5 tahun, sudah saatnya diajak mengenal dunia lebih luas dengan traveling.
Saya pun mengutarakan rencana liburan ke suami. Tak perlu jauh-jauh mengingat tabungan juga belum banyak. Kami memilih Kuala Lumpur (KL), ibukota Malaysia, untuk liburan keluarga pertama kali ke luar negeri. Waktu yang kami rencanakan saat Chinese New Year, 27-29 Januari 2017. Kami ingin menikmati kemeriahan Imlek di sana.
Selain dari segi jarak, biaya hidup di Kuala Lumpur mirip dengan Jakarta. Bahasa Melayu yang digunakan juga mirip dengan Bahasa Indonesia. Waktu tempuh dari Jakarta ke KL sekitar 2 jam, tidak terlalu lama. Saya khawatir Sid akan bosan di pesawat bila jaraknya terlalu jauh.
Sebagai persiapan, saya membuat rencana perjalanan (itinerary) lengkap dengan anggaran biaya (budget). Waktu liburan yang masih 3 bulan lagi memberikan kesempatan bagi kami untuk menambah tabungan dana liburan. Beruntungnya saya masih menyimpan detail perjalanan saat ke KL beberapa tahun lalu. Kalau dahulu saya solo traveling sehingga lebih fleksibel menentukan tujuan, kali ini pergi membawa balita. Saya pun menyesuaikan tempo perjalanan dan tempat yang dikunjungi.
Selamat datang di MyFoottrip.com!
Foottrip yang dulu masih nebeng di Wordpress kini udah sewa rumah sendiri alias self-hosted. Alhamdulillah. Belum merapikan rumah dengan hiasan ini itu tapi mau share artikel dulu ya. Saya mau cerita tentang TV game show favorit yaitu The Amazing Race.
13 Oktober (yes, it’s today!) The Amazing Race Asia 2016 (TARA) bakal tayang perdana. Ga sabar deh buat nonton gimana serunya 11 tim dari Asia, termasuk 2 tim dari Indonesia, berlomba keliling dunia untuk memperebutkan hadiah $100.000. Banyaaak!
TARA ini jarang banget ada, ga setiap tahun seperti The Amazing Race (U.S. version). Waktu buka pendaftaran TARA sekitar bulan Juli, saya ingin banget ikut tapi ga bisa nyetir mobil, takut disuruh makan yang aneh-aneh, dan yang paling penting ga tega ninggalin anak *problematika emak-emak*. Yaudah deh duduk manis nunggu tayangannya aja.
By the way, The Amazing Race ini lomba keliling dunia oleh beberapa tim yang tiap timnya terdiri dari 2 orang. The Amazing Race versi U.S. tujuan negaranya sampai ke 5 benua, lebih banyak dibanding TARA. Mungkin karena apply Visa-nya lebih gampang dibanding pemegang paspor dari negara di Asia. Di tiap negara, mereka mengerjakan tantangan yang khas daerah tersebut supaya mendapat petunjuk ke arah pit stop. Tim pertama yang sampai di pit stop biasanya dapat hadiah liburan mewah dari Travelocity atau ada juga hadiah mobil! Tim terakhir yang datang kemungkinan akan tereliminasi. Di babak final, akan ada 3 tim yang berlomba menuju garis finish untuk dinobatkan sebagai The Winner of The Amazing Race dan memenangkan US$ 1.000.000,- *sambil ditepokin para peserta yang sebelumnya udah eliminasi*
Empat kali saya bolak-balik kantor imigrasi untuk mengurus penggantian paspor rusak karena terkena tumpahan air minum. Prosesnya mudah namun harus sabar dengan antrian di imigrasi yang selalu ramai. Berikut tips mengurus paspor rusak:
Ada dinosaurus yang menggerakkan tubuh raksasanya 3 meter di atasku. Seakan-akan ekornya dapat merobohkan tubuh. Suaranya menggelegar membuatku kaget. Itulah ucapan selamat datang di Science Centre Singapore. Setelah membayar tiket (dewasa S$ 12 dan anak-anak S$ 8), tangan diberi cap tak kasat mata. Awalnya aku bingung, kemana cap di tangan? Kalau keluar area ini dan mau masuk lagi di hari yang sama, apa menunjukkan tiket? Ternyata itu cap yang nampak dengan sinar UV. Ketahuan gaptek deh. Supaya tidak makin gaptek, Science Centre tempat yang tepat untuk belajar tentang science.
Jaringan Fragrance Hotel tersebar di Singapura. Kali ini saya menginap di Fragrance Hotel Emerald di daerah Geylang. Dibanding Fragrance Hotel tempat lain, Geylang memang paling murah hingga 50%. Pemesanan kamar bisa go show dengan datang langsung ke hotel atau via website. Booking via website lebih murah, mendapat harga spesial ke Singapore Flyer, free room upgrade, dan gratis Wi-Fi di kamar.
S: Do you like to travel alone?
M: Sometimes traveling with travel-mate is better but sometimes it is difficult to find the right schedule to go on holiday together. Even thought I travel alone I don’t feel lonely because I meet new friends there.
S: What are the advantages of traveling with travel-mate?
M: We can share cost and there is someone to take my pictures (grin)
S: (laughing) Yes, that’s important.
Mengurus Perpanjangan SIM di Gerai SIM Mal Artha Gading Cuma 15 Menit Bulan September ini masa berlaku SIM A & C saya habis. Itu artin...